• Jumat, 30 September 2022

Ini Dia penyebabnya Pebalap Indonesia Kurang Kompetitif Balapan di Luar negeri,

- Rabu, 13 Juli 2022 | 07:53 WIB

 

WARTECHNO.COM - Motorsport atau di sebut racing adalah olahraga hobi dengan nilai budgetnya terbilang mahal. Mengapa? Karena menyangkut dengan teknologi dan safety berikut skill pebalap. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya pebalap untuk lolos dan bertahan di level kejuaraan dunia.

Untuk balap motor, salah satu yang sangat jelas terlihat adalah budaya dan orientasi industri yang praktis mempengaruhi jenis dan iklim balap. Belum adanya pengelolaan kompetisi balap di konsep dengan agenda yang pasti dan teratur, bukan selalau berubah jadwalnya.

Sudah menjadi rahasia umum, semua pebalap Indonesia memiliki masalah klasik yang sama saat merintis jalan untuk turun dan ketika berlaga di kejuaraan dunia. Mengapa Pembalap Indonesia Kesulitan di Level Dunia, meskipun banyak pembalap motor yang telah berprestasi di tingkat Asia dan level bawah kejuaraan dunia. Pebalap motor Indonesia banyak yang menembus ke kejuaraan dunia, tapi hanya bertahan tidak lama.

Orientasi industri balap Indonesia, tersendat dan terkubur dalam beberapa dekade ke belakang. Salah satu penyebabnya adalah hanya orientasi bisnis dari pabrikan motor, kalaupun ada tawaran penjenjangan itupun masih di tipe motor yang sama dan di kejuaraan satu merek motor. Terlalu lamanya, ajang balap motor bebek di Indonesia karena faktor market share pabrikan yang menghipnotis para tim balap untuk tetap balap dengan motor yang scara standar balap tidak mencukupi bekal ke kejuaraan Internasional yang standarnya menggunakan motor sport.

Dan akhirnya, karena pasar terbesar sepeda motor adalah motor bebek, maka produsen mendorong promotor lebih gencar menggelar ajang balap underbone. Faktor lainnya adalah minimnya sirkuit permanen membuat balapan lebih banyak digelar di trek dadakan di jalan raya dan lahan parkir. Kendala minimnya sirkuit permanen, salah satu pertimbangan pabrikan motor semakin gencar menyelenggarakan balap underbone.

Diajang balap On road, Indonesia pernah memiliki wakil Doni Tata (250 cc 2007 dan 2008, Moto2 2013), Rafid Topan Sucipto (2013), Dimas Ekky Pratama (2019), dan Andi Gilang (2020) dan Mario AJi ( 2022 ). Juga di Formula 1 ada Rio Haryanto, dan kendala pebalap motor dan  mobil Indonesia bernasib yang sama.

Celakanya, teknologi motor atau mobil yang dipakai para pembalap Indonesia selalu tertinggal dibanding pembalap dari luar negeri. Problem lainnya, untuk menjadi kompetitif, pembalap kadang tidak mampu langsung adaptasi, baik cuaca dan faktor lain diluar bakat dan skill. Dalam hal teknologi, normal jika seorang pebalap membutuhkan dua sampai tiga musim balap untuk menguasai teknik dan teknologinya.

Faktor lain yang membuat pembalap Indonesia sulit berkembang tak lain dalam hal teknologi. Hampir semua olahraga balap praktis mengaplikasi teknologi tinggi karena motorsport selalu menjadi riset pabrikan motor dan pabrikan sparepart aksesoris.

Halaman:

Editor: Rizky Agung Fatonah

Tags

Terkini

Pakai Waistbag Ini Cara Tepat Amankan Barang Pribadi.

Sabtu, 6 November 2021 | 19:05 WIB
X