• Selasa, 29 November 2022

Ada apa di Dibalik Kepopuleran FIM Hard Enduro? Masalah Inkonsistensi ?

- Minggu, 9 Oktober 2022 | 09:47 WIB

WARTECHNO.COM - Musim tahun ini, banyak kontroversi, misalkan keputusan official pada putaran ketiga dan kelima di Erzbergrodeo dan Romaniacs. Memasuki putaran Hixpania, Kejuaraan Dunia Hard Enduro 2022, banyak pertanyaan apakah Juara Dunia Hard Enduro FIM 2022 ditentukan hasil lomba di track membukit khas Aguila de Campoo?

Apakah juara dunia FIM Hard Enduro 2022 ditentukan kemeangan pengendara atau keputusan FIM? Kalau berdasarkan kepurusan FIM kalau HEWC Hixpania di Daulat FIm sebagai putaran terakhir dalam menentuka Juara dunia Hard Enduro.

Kontroversi musim ini, ada soal Graham Jarvis didiskualifikasi di Erzberg karena menerima bantuan dari luar dalam memperbaiki Husqvarna-nya tidak jauh dari garis start. Dia mencoba perbaiki selama satu jam, akhirnya motornya bisa melanjutkan kembali untuk finis di 10 besar, dan kemudian didiskualifikasi dan tidak mendapatkan poin.

Dua putaran kemudian di Rumania, Manuel Lettenbichler mengalami masalah kopling yang serius saat memimpin pada hari pertama dan juga harus melakukan perbaikan mekanis di lapangan. Tidak seperti Graham, Mani mendapat penalti waktu dua jam meskipun juga menerima bantuan dari luar untuk memperbaiki KTM-nya. Mani melakukan comeback yang luar biasa di tiga hari tersisa untuk menyelesaikan keenam dan mengklaim 10 poin kejuaraan.

Inkonsistensi antara dua keputusan berbeda yang diambil setelah pertemuan juri FIM untuk kejahatan di jalur, sebagai inti masalah, karena banyak membingungkan para peserta. Kejadian ini juga di protes tim Sherco dan Mario Roman, atas keputusan official Rumania dengan bukti pendukung yang laporan ke FIM. Sherco menunjuk pada keputusan Romaniacs dan bertanya mengapa aturan FIM tidak diterapkan sama seperti kejadian pada Graham di Erzberg.

Yang terpenting dari sudut pandang Sherco, tanpa poin Romaniacs diberikan kepada Lettenbichler, Roman akan memasuki babak final ini dengan keunggulan enam poin di kejuaraan dan pasti akan menghadapi akhir pekan ini dengan pola pikir yang berbeda.

Meskipun balapan HEWC sebelumnya kembali pada bulan Agustus (Outliers, ronde tujuh di Kanada) dan suatu keharusan yang diharapkan agar para protagonis memainkan seri final dengan adil dan jujur ​​di trek, FIM telah memilih keputusan menangani protes dan diputuskan setelah musim berakhir. Tetapi,publik bertanya,apakah para pebalap, manajer tim telah mendapatkan keputusan yanhg sesuai dari penyelenggara balapan, dan promotor seri? dan konsensusnya adalah  mengapa inkonsistensi ketika aturan FIM jelas dan tidak menyelesaikan ini semua sebelumnya?

Tak pelak lagi, kejuaraan tersebut semakin berkembang sejak mengambil status FIM World Championship, bergerak maju dari seri WESS sebelumnya yang secara terang-terangan dituding sebagai “kejuaraan KTM” atau “milik Red Bull”.

Halaman:

Editor: Munandar Nuch Arsih

Tags

Terkini

X