• Selasa, 29 November 2022

Begini Alasannya Anjloknya Prestasi Konstruktor Pabrikan Jepang Di MotoGP

- Senin, 10 Oktober 2022 | 01:13 WIB

WARTECHNO.COM - Jelang Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island, 14-16 Oktober,ada catatan menarik soal dominasi Pabrikan Jepang yang mengendor dan diklaim akibat efek pendemi.Pabrikan Jepang Yamaha, Honda dan Suzuki dalam ajang balap dunia MotoGP, mendominasi sejak MotoGP mulai diperkenalkan di tahun 2002. Hingga musim balap 2019, titel gelar juara pabrikan Jepang menguasai 14 kali. Hanya sekali bolong di tahun 2007, ketika Casey Stoner Bersama Ducati meraih gelar Juara Dunia.

Dominasi pabrikan Jepang, mulai mengendor di mulai tahun 2020, menjadi masa kejayaan Ducati menggapai yang terbaik di peghargaan konstruktor secara estafet di tahun 2020, 2021, 2022. Masa di tahun tersebut, pabrikan Jepang seperti Honda dan Yamaha  terlalu mengandalkan Marq marquest dan Fabio Quartararo.

Faktanya, pabrikan Eropa dari Italia dan Austria dengan motor Ducati, Aprilia dan KTM bangkit kembali dengan pembuktian podium juara. Hasil perolehan gelar podium juara untuk Aprilia di GP Argentina dan KTM dua kali podium pertama di GrandPrix Indonesia dan Thailand.

Menurunnya performa pabrikan Jepang, di sinyalir akibat logistik dan terlalu berlebihan dalam hal komunikasi, sehingga melupakan tingkat tugas yang menurun. Melemahnya adaptasi, akibat teknisi pabrikan Jepang yang tinggal di Eropa dengan alasan, jadwal balap dominan di Eropa. Faktor lain, para teknisi tinggal di Eropa dan keluhannya tidak berada di pabrik. Menghadapi kejuaraan harus tahu bagaimana beradaptasi dengan perubahan.

 

Editor: Munandar Nuch Arsih

Tags

Terkini

X