• Jumat, 30 September 2022

MOTOCROSS JUGA ADA KOPLING OTOMATISNYA LHO, BEGINI FUNGSI DAN CARA KERJANYA

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:44 WIB

WARTECHNO.COM –Manfaat kinerja kopling otomatis, pebalap tidak perlu merasa kuatir tentang kemungkinan mesin mati saat menggunakan kopling otomatis. Dengan begitu, pebalap lebih yakin dan leluasa untuk melaju lebih cepat. Jadi dapat lebih banyak tingkat fokusnya untuk lebih kuat memilih jalur, posisi tubuh, dan aspek berkendara lainnya. Pebalap juga senang bisa menggunakan gigi yang lebih tinggi di tikungan tanpa takut macet. Mengendarai gigi lebih tinggi memungkinkan suspensi lebih stabil, performanya lebih mulus di atas gundukan, dan mendapatkan traksi di bagian trek yang licin.

Pada motor Motocross terdapat kopling otomatis Kopling otomatis dengan kinerjanya  secara otomatis mengaktifkan dan melepaskan kopling berdasarkan rpm mesin dan daya yang diteruskan ke transmisi. Dengan kopling otomatis, pebalap masih dapat memasang dan melepaskan kopling secara normal melalui penggerakan tuas kopling. Dengan terpasangnya kopling otomatis, pebalap dapat memulai dan berhenti tanpa menyentuh tuas kopling. Sebelumnya perangkat kopling otomatis dianggap sebagai asesori untuk pengendara motor trail.Di tahun 2019, populer di gunakan untuk Supercross dan Motocross. Di saat itu telah dibuktikan oleh Dylan Ferrandis menggunakan kopling otomatis, untuk seluruh berkompetisi di AMA Supercross dengan skor 1-1 dari dua moto yang di lombakan.

Sebutan untuk Kopling otomatis juga bisa disebut slippers clucth tidak harus bingung saat motor di lengkapi peranti tersebut. Metodenya perlambatan saat melepas kopling, mirip saat masuk tikungan, dengan slippers tidak akan terjadi adanya stalling karena tiidak membuatnya kopling.

Cara kerjanya. Menggunakan prinsip gaya sentrifugal, kopling otomatis secara otomatis mengaktifkan dan melepaskan kopling berdasarkan putaran mesin. Kopling otomatis biasanya berbentuk disk Rekluse menggunakan disk untuk membuat fungsi otomatis ini, ketika menghidupkan throttle. Dan kopling otomatis berputar ke rpm yang telah ditentukan sebelumnya, pada saat itu bobot sentrifugal di dalam paket kopling bergerak ke luar untuk memasang pelat penggerak dan menjaganya tetap terhubung sampai rpm turun ke level tertentu. Di mana bobot ditarik untuk melepaskan kopling, proses ini  untuk memulai, menghentikan, dan mengendarai motor motocross tanpa menyentuh tuas kopling.

Karena pengendara masih dapat menggerakkan kopling secara manual, bahkan pebalap kadang tidak menyadari bahwa telah memasang kopling otomatis. Biasanya sistem kopling otomatis tersedia pada model pengoperasian kopling kabel dan cairan hidrolik.

Saat menaiki mesin yang dilengkapi dengan kopling sandal, perlambatan akan melepaskan kopling (sangat mirip dengan menarik kopling di pintu masuk belokan); namun, slipper clutch tidak akan mencegah terjadinya stalling karena tidak membuat kopling terlepas. Slipper clutch dirancang untuk membatasi wheel hop pada deselerasi, dan berfungsi bagus juga untuk pebalap Supermoto,agar motornya tidak bergemuruh saat pengereman keras di trotoar. Di motorcross, slipper clutch lebih banyak digunakan sebagai mod suspensi yang membantu menjaga suspensi belakang agar tidak terkunci di gundukan pengereman.

Keajaibannya di balik kopling otomatis, Bagian ini pada dasarnya mengambil alih tangan kiri pebalap dan melakukan semua pekerjaan kopling. Ini bertindak sebagai cakram gesekan yang merespons putaran mesin. Ketika motor mencapai rpm yang telah ditentukan sebelumnya, disk kopling otomatis ini berputar dan gaya sentrifugal menyebabkan bobot meluncur keluar. Karena beban berbentuk pasak yang mengapit dan mengembangkan. Makanya disk [ada kopling otomatis mengambil ruang kosong di antara pelat dan mengaktifkan kopling. Titik di mana kopling bekerja dapat disetel dengan baik dengan wedge, pegas, dan kecepatan idle yang berbeda untuk sensasi yang disesuaikan.

 Untuk model yang dioperasikan dengan kabel-clutch, biasaya produsen kopling otomatis menyesuaikan internal dan eksternal. Kopling otomatis yang disesuaikan secara internal adalah yang paling populer untuk pengendaraan motorcross dan off-road karena tuasnya mempertahankan nuansa kopling manual yang sama dan karena perawatannya jauh lebih sedikit. Manfaat kopling otomatis yang disesuaikan secara eksternal adalah dapat disesuaikan dengan cepat. Ini membantu pengendara enduro dan pebalap motocross dalam lintasa yang sulit di cengkeraman atau berkompetisi di balapan lumpur.

Pergeseran kopling otomatis tidak mengubah transmisi  menjadi transmisi otomatis. Pemindahan gigi masih perlu dilakukan di tuas persneling. Perbedaannya adalah, pebalap tidak perlu khawatir tentang mengulur-ulur atau memodulasi kopling untuk masuk menguasai power mesin.

Halaman:

Editor: Munandar Nuch Arsih

Sumber: supercross

Tags

Terkini

Memilih Kacamata Motocross Wajib Perhatikan Ini !

Minggu, 18 September 2022 | 21:32 WIB

Sistem Pengapian CDI-DC Lebih Banyak Kelebihan

Sabtu, 17 September 2022 | 17:02 WIB

Menggunakan Rantai TDR, Begini Cara Perawatannya

Sabtu, 18 Juni 2022 | 21:53 WIB
X