• Selasa, 29 November 2022

Sistem Pengapian CDI-DC Lebih Banyak Kelebihan

- Sabtu, 17 September 2022 | 17:02 WIB

 


WARTECHNO.COM -
Sistem pengapian CDI- DC memang tidak biasa seperti system CD I-AC pada umumnya. Arus pengapian CDI-DC  bersumber murni dari baterai. Baterai memberikan suplai tegangan 12V ke  inverter sebagai bagian dari unit CDI. Kemudian inverter akan menaikkan tegangan menjadi sekitar 350V untuk mengisi kondensor/kapasitor. Ketika dibutuhkan percikan  bunga api busi, pick-up coil akan memberikan sinyal elektronik ke switch (saklar) S untuk menutup. Ketika saklar telah menutup, kondensor akan mengosongkan (discharge) muatannya dengan cepat melalui kumparan primer koil pengapian, sehingga terjadilah induksi pada kedua kumparan koil pengapian tersebut.


Jalur kelistrikan pada sistem pengapian CDI dengan sumber arus DC ini adalah arus  hasil pertama kali kumparan pengisian akibat putaran magnet.  Arus ini selanjutnya diarahkan bersama kiprok (Rectifier) kemudian dihubungkan ke baterai untuk melakukan proses pengisian (Charging System). Dari baterai arus ini dihubungkan ke kunci kontak, CDI unit, koil pengapian dan ke busi.

Cara kerja sistem pengapian CDI dengan arus DC yaitu pada saat kunci kontak di ON-kan, arus akan mengalir dari baterai menuju sakelar. Bila sakelar ON maka arus akan mengalir ke kumparan penguat arus dalam CDI yang meningkatkan tegangan dari baterai (12 Volt DC menjadi 220 Volt AC). Selanjutnya, arus disearahkan melalui dioda dan kemudian dialirkan ke kondensor untuk disimpan sementara.

 Akibat putaran mesin, koil pulser menghasilkan arus yang kemudian  mengaktifkan SCR, sehingga memicu kondensor/kapasitor untuk mengalirkan arus ke kumparan primer koil pengapian. Pada saat terjadi pemutusan arus yang mengalir pada kumparan primer koil pengapian, maka timbul tegangan reduksi pada kedua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder dan campuran bahan bakar dan udara.Sistem pengapian DC paling Familiar di kalangan mekanik racing karena arusnya yang stabil tidak mengikuti putaran RPM mesin. Suzuki Shogun dan Honda GL Pro merupakan contoh tipe sepeda motor pengguna system CDI-DC. Mulai dari Spul, kiprok dan CDI berbeda karakter dengan tipe CD-AC.

 

 Prinsip dasar CDI-DC adalah seperti Skema di bawah ini :

 

Halaman:

Editor: Munandar Nuch Arsih

Tags

Terkini

Memilih Kacamata Motocross Wajib Perhatikan Ini !

Minggu, 18 September 2022 | 21:32 WIB

Sistem Pengapian CDI-DC Lebih Banyak Kelebihan

Sabtu, 17 September 2022 | 17:02 WIB

Menggunakan Rantai TDR, Begini Cara Perawatannya

Sabtu, 18 Juni 2022 | 21:53 WIB
X